Cara Menjadi Pendengar Yang Baik Terbukti Efektif

    Cara Menjadi Pendengar Yang Baik Terbukti Efektif - Jika saat ini kamu ingin mendapatkan wanita idaman kamu, atau ingin agar banyak orang tertarik dengan kamu, keahlian apa yang ingin kamu punyai?


    Apakah keahlian story telling (bercerita)?, ataukah keahlian memainkan musik?


    Atau, katakanlah kamu seorang HRD yang akan mewawancarai orang yang mau melamar kerja, keahlian apa yang kamu butuhkan?


    Mempunyai pikiran yang cemerlang? Mata yang bisa melihat bakat yang ada di dalam orang yang lagi wawancara?


    Tugas apapun yang kamu kerjakan sekarang, kamu membutuhkan keahlian yang lebih dari bakat, penampilan, atau pesona.


    Satu keahlian yang banyak pemimpin besar mengetahuinya agar para pemimpin tersebut dapat mempengaruhi orang lain dan meraih kesuksesan.


    Pasti kamu bisa menebak keahlian apa yang saya maksud?


    Yak betul, keahlian mendengarkan.


    Tidak semua orang mengetahui kalau mendengarkan adalah satu hal yang penting untuk mencapai kesuksesan dalam hal mempengaruhi orang lain dan membuat mereka suka dengan kita.

    Cara Menjadi Pendengar Yang Baik Terbukti Efektif
    ilustrasi menjadi pendengar


    Saya jadi ingat perjalanan hidup saya ketika saya bekerja jadi sales properti.


    Dimana pada saat itu saya diajak teman untuk melamar ke sebuah perusahaan properti yang ada di Kota Malang.


    Sebulan berlalu saya tidak mendapatkan penjualan satu pun, padahal saya sudah sebar brosur, promosi kesana kemari dll.


    Memang benar banyak yang cek lokasi, tapi banyak dari mereka tidak membeli rumah yang saya tawarkan.


    Dan pada hari senin pagi, ketika ada meeting di kantor yang bahas tentang penjualan, saya hanya diam di belakang karena malu tidak menjual satu unit pun.


    Tapi di saat itu saya penasaran, karena ada teman di team yang berbeda dengan saya, berhasil menjual rumah dengan jumlah yang cukup banyak.


    Saat selesai meeting, saya coba buat nyamperin dia. Saya penasaran apa yang dia lakukan sampai bisa jual rumah dengan jumlah yang banyak.


    Dia menjelaskan panjang lebar ke saya yang pada intinya saya mendapatkan sesuatu dari apa yang dia jelaskan yaitu keahlian mendengarkan kebutuhan orang lain.


    "Orang membeli karena emosi."


    Ya benar, orang membeli berdasarkan emosi, alasan apa yang mempengaruhi mereka membeli produk kita.


    Misal mereka cari rumah agar dekat dengan tempat kerja, atau mereka mencari rumah karena spesifikasi rumah, atau mereka mencari rumah dengan harga yang murah.


    Agar kita mengetahui alasan atau faktor apa yang membuat mereka tertarik dan membeli adalah dengan cara mendegarkan.


    "Orang sering gagal menjual hanya karena terlalu banyak bicara."


    Semenjak saat itu cara saya menghadapi calon pembeli berubah, alih-alih saya banyak bicara tentang kelebihan-kelebihan rumah yang saya jual, saya merubah strategi saya lebih banyak mendengarkan apa yang dibutuhkan calon pembeli.


    Pentingnya mendengarkan


    Edgar Watson Howe seorang penulis novel asal Amerika pernah berkata seperti ini:


    "Tak seorang pun akan mendengarkan kamu bicara jika orang tersebut tidak tau kapan gilirannya tiba."


    Dari kata Edgar Watson Howe menggambarkan sekali kehidupan banyak orang yang lebih sibuk untuk menunggu giliran mereka berbicara dan tidak mendengarkan lawan bicaranya.


    "Kamu tidak belajar apapun, kalau cuma kamu aja yang berbicara."


    Seperti pada artikel sebelumnya: "cara menjadi open minded", apabila kamu ingin menambah wawasan kamu harus berpikiran terbuka dan dengarkanlah orang lain berbicara.


    Kemampuan mendengarkan adalah salah satu kunci agar orang tertarik dengan kita, kamu bisa pertimbangkan beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan mendengarkan orang lain:


    Menunjukan rasa hormat

    Psikolog asal Amerika yaitu Dr. Joyce Brothers berkata: "Mendengarkan adalah bentuk sanjungan yang paling tulus".


    Setiap kamu tidak mendengarkan orang lain, secara tidak langsung kamu mengirimkan pesan klo kamu tidak menghargai lawan bicaramu.


    Kesalahan yang sering dilakukan dalam berkomunikasi adalah berusaha untuk menunjukan betapa hebatnya kita, agar orang lain terkesan.


    "Setiap orang yang saya temui memiliki kelebihan yang tidak saya punya, dan saya belajar darinya."


    Ingat pesan ini, apabila kamu ingin memiliki keahlian dalam berkomunikasi, fokuslah mendengarkan.


    Membangun hubungan

    Dale Carnegie, penulis buku Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain, berkata, "Kamu bisa punya lebih banyak teman dalam waktu 1 minggu hanya dengan mendengarkan mereka berbicara, daripada 2 tahun kamu berusaha membuat orang tertarik dengan banyak bicara".


    Sejalan pula dengan peryataan dari David Schwartz penulis buku Berpikir dan Berjiwa Besar, Orang besar mendominasi bagian mendengarkan sedangkan orang kecil mendominasi bagian berbicara".


    Dengan kamu menjadi pendengar yang baik, kamu dapat membangun hubungan yang dalam dan kuat dengan orang lain. Karena sifat dasar manusia yang ingin didengarkan saat dia berbicara.


    Dengan menjadi pendengar yang baik, orang lain akan merasa terbantu, dan membuat kamu menjadi orang yang penting, yang dapat berpengaruh di hidup dia.


    Menambah ide dan wawasan

    Saat kamu fokus menjadi pendengar yang baik, kamu tidak hanya akan disukai aja, tapi dalam waktu yang sama, kamu pun juga menambah wawasanmu, baca: "open minded".


    "Kamu tidak akan mendapatkan ide baru apabila kamu tidak mau mendengarkan."


    Beberapa artis tiktok mendapatkan ide untuk membuat konten dari bertanya ke followernya.


    Jika kamu ingin menambah wawasanmu maka bukalah telinga lebar-lebar dan dengarkan orang lain berbicara.


    Membangun kesetiaan

    Hal yang terjadi saat kamu tidak bisa mendengarkan orang lain, entah itu pasanganmu, teman, rekan kerja atau pelangganmu mereka akan mencari orang lain yang mau mendengarkan mereka.


    Bahkan parahnya bisa merusak persahabatan, putus atau cerai dengan pasangan, kaburnya pelanggan dan membeli produk di tempat lain.


    Jika kamu terus menerus mendengarkan orang lain dan menghargai mereka, biasanya mereka akan lebih setia sama kamu.


    Hambatan ketika mendengarkan


    Ada sebagian orang yang memang sudah berbakat dalam hal meningkatkan kemampuan untuk mendengarkan orang lain, dan ada juga sebagian yang kesulitan untuk mendengarkan orang lain.


    Maka, apabila kamu ingin meningkatkan kemampuan mendengarkan, hal pertama yang harus kamu ketahui adalah hambatan-hambatan ketika mendengarkan.


    Menganggap berbicara terlalu penting

    Kebanyakan orang dan termasuk saya dulu menganggap bicara adalah hal yang sangat penting dan meremehkan mendengarkan.


    Ingat cerita saya di awal tadi?


    Dimana saya sebagai tenaga penjualan kesulitan menjual dikarenakan saya terlalu banyak bicara tentang keunggulan-keunggulan produk yang saya miliki, daripada mendengarkan apa yang orang lain butuhkan.


    Abraham Lincoln mantan presiden Amerika pernah berkata, "Ketika saya akan bernegosiasi dengan seseorang, sepertiga waktu saya pakai untuk memikirkan diri sendiri dan apa yang akan saya katakan, serta dua pertiga waktu untuk memikirkannya dan apa yang akan dia katakan".


    Dari perkataan Abraham Lincoln terlihat kadar beliau ketika berkomunikasi dengan seseorang, beliau mendengarkan dua kali lebih banyak daripada berbicara.


    Mungkin ini alasan Tuhan menciptakan dua telinga dan 1 mulut, agar kita disuruh untuk lebih banyak mendengarkan daripada bicara.


    Kurang fokus mendengarkan orang lain

    Yang terjadi saat kita mendengarkan orang lain adalah kurangnya fokus kepada apa yang dia katakan.


    Mungkin terlalu sibuk main HP, atau mengalihkan pandangan, memikirkan sesuatu, atau melamun saat orang lain bicara.


    Jika kamu ingin menjadi pendengar yang baik, mulai fokuskan perhatian kamu kepada orang yang berbicara di depan kamu.


    Perhatikan, bahasa tubuh dia, perubahan ekspresi wajahnya, kemana arah dia berbicara, dengan hal itu kemampuanmu dalam mendengarkan akan meningkat.


    Apabila kamu sulit untuk fokus, kamu bisa baca artikel sebelumnya tentang fokus. Baca: "cara melatih fokus dan konsentrasi".


    Mengalami kelelahan mental

    Hal yang sering terjadi setiap kali kita mendengarkan orang lain terlalu banyak dan dalam jangka waktu yang lama, efeknya sangat melelahkan.


    Padahal, setiap kelelahan mental berdampak buruk pada kemampuan kita mendengarkan orang lain.


    Maka dari itu ingatlah ini ketika kamu merasa lelah, klo kamu ingin trus menjadi pendengar yang efektif, kamu harus mengeluarkan energi lebih banyak dan harus tetap berkonsentrasi.


    Berprasangka terlalu cepat

    Berprasangka pada orang lain menjadi salah satu hambatan dalam mendengarkan.


    Kita lebih senang mendengarkan apa yang ingin kita dengarkan daripada apa yang benar-benar dikatakan orang lain.


    Apabila hal ini terjadi, maka ini yang membuat sikap malas mendengarkan muncul kedalam diri kita.


    Hindari berprasangka terlalu dini, dengarkan dengan seksama orang lain berbicara agar kamu tahu apa yang dimaksudkan orang tersebut. Ini bertujuan agar kamu bisa sungguh-sungguh mendengarkan lawan bicaramu.


    Membawa beban emosi pribadi

    Hampir setiap orang memiliki filter emosi yang mencegahnya mendengarkan sesuatu yang orang lain katakan.


    Misal pengalaman di masa lalu, entah itu positif maupun negatif, yang membuat kamu berpikir dengan sudut pandangmu.


    Jika kamu belum menyelesaikan masalah yang ada di dalam dirimu di masa lalu, mungkin kamu akan menyaring perkataan orang lain berdasarkan pengalaman-pengalaman itu.


    Jika saat kamu berkomunikasi dengan orang lain, dan kamu sering membela diri atau memaksakan pendapatmu pada orang lain, bereskanlah terlebih dahulu masalah itu. Baru setelah itu kamu akan mampu menjadi pendengar yang efektif.


    Sibuk dengan diri sendiri

    Salah satu hambatan terberat adalah sibuk dengan diri sendiri. Entah saat ngobrol kamu terdistraksi oleh smartphone yang kamu pegang, atau sibuk dengan aktifitas yang kamu kerjakan.


    Jika kamu tidak peduli pada siapapun selain diri sendiri, maka kamu tidak akan mendengarkan orang lain berbicara.


    Maka saat kamu sedang ngobrol dengan seseorang, alangkah baiknya untuk meletakan smartphone kamu, atau menghentikan sejenak aktifitas yang sendang kamu kerjakan.


    Cara melatih kemampuan mendengarkan


    Apakah yang membedakan antara mendengarkan dengan mendengar?


    Yaps...


    "Mendengarkan artinya ingin mendengar."


    Untuk menjadi pendengar yang baik, kamu harus benar-benar ingin mendengarkan. Namun tidak hanya itu saja, kamu juga harus melengkapinya dengan beberapa skill yang akan saya sampaikan berikut ini agar kamu bisa menjadi pendengar yang handal.


    Tatap lawan bicaramu

    Seluruh proses mendengarkan orang lain dimulai dengan kamu melihat kearah orang tersebut ketika berbicara.


    Saat sedang mengobrol dengan orang lain, hentikan aktifitasmu sejenak, dan sisikan waktumu untuk merespon orang yang sedang bicara denganmu.


    Apabila kamu tidak ada waktu buat itu, katakan kepadanya untuk menunggu kamu menyelesaikan pekerjaan tersebut, atau atur janji agar bisa ngobrol saat waktu kamu senggang.


    Jangan menginterupsi

    Kebanyakan orang enggak suka saat mereka diinterupsi, itu membuat mereka merasa diremehkan dan tidak dihormati.


    Alasan orang cenderung menyela perkataan orang lain, biasanya melakukan itu karena salah satu alasan ini:


    • Dia tidak terlalu menghargai perkataan orang lain.
    • Dia ingin membuat orang lain terkesan.
    • Dia terlalu bersemangat, sehingga tidak menunggu orang lain selesai bicara.


    Kalau kamu punya kebiasaan menyela orang lain, cari tahu penyebabnya dan bertekadlah buat merubahnya.


    Berikanlah lawan bicaramu waktu yang cukup untuk bicara agar dia bisa menekspresikan dirinya.


    Jangan berpikir kalau orang lain akan berbicara trus menerus, nanti ada saatnya fase hening, dimana pada fase itu kamu bisa merenungkan dan merespon apa yang telah mereka ucapkan.


    Fokuslah untuk memahami

    Studi di Florida State menyatakan klo kebanyajan orang hanya dapat mengingat 50% dari apa yang mereka dengar, dan pada hari berikutnya ingatan mereka berkurang 25%.


    Salah satu cara mengatasi kebiasaan melupakan saat mendengar adalah dengan memahami perkataan orang yang sedang bicara.


    Untuk meningkatkan pemahaman kamu saat mendengarkan orang lain, kamu bisa ikuti panduan yang diajarkan oleh Eric Allenbaught:


    1. Dengarkan dengan sungguh-sungguh.
    2. Dengarkan dan niatkan untuk memahami.
    3. Dengarkan makna di balik pesan.
    4. Dengarkan baik isi maupun pesan yang terkandung di dalamnya.
    5. Dengarkan dengan mata maka pendengaranmu akan meningkat.
    6. Dengarkan apa yang menurut orang lain penting, bukan hanya dari posisi mereka.
    7. Dengarkan apa saja yang mereka katakan dan tidak katakan.
    8. Dengarkan dengan penub empati dan penerimaan.
    9. Dengarkan bagian-bagian yang membuat mereka ketakukan atau terluka.
    10. Dengarkan seperti kamu ingin didengar oleh orang lain.


    Dengan kamu belajar dari sudut pandang orang lain, kemampuan kamu untuk memahami apa yang orang lain katakan akan meningkat.


    Temukan kebutuhan orang lain

    Kita berbincang-bincang karena berbagai alasan: mencari hiburan, melampiaskan kemarahan, ingin meyakinkan seseorang, menginformasikan sesuatu, ingin dimengerti, dll.


    Banyak pria ataupun wanita mengalami kesulitan dalam komunikasi karena mereka tidak tau alasan pasangannya saat dia berbicara sesuatu.


    Mereka melupakan apa yang dibutuhkan oleh pasangannya.


    Alasan seorang pria berbicara adalah ingin menyelesaikan masalah yang sedang dia hadapi, kebutuhan seorang pria adalah solusi.


    Sedangkan wanita menceritakan masalahnya hanya untuk berbagi, mereka jarang miminta atau menginginkan solusi.


    Setiap kamu dapat mengenali apa kebutuhan lawan bicaramu, kamu dapat menempatkan diri dan mampu memahami mereka.


    Uji emosi kamu

    Seperti yang saya sebutkan tadi, kebanyakan orang membawa beban emosi, yang menyebabkan mereka bereaksi terhadap orang atau situasi tertentu.


    Setiap kamu menjadi sangat emosional saat mendengar perkataan orang lain, ujilah emosimu, terutama jika reaksimu terlalu berlebihan.


    Pasti kamu gak maukan klo lawan bicaramu yang tidak tau apa-apa jadi pelampiasan emosimu.


    Berusahalah untuk membiarkan lawan bicaramu menyelesaikan pandangan, ide atau keyakinan mereka, sebelum kamu menyapaikan dari sudut pandangmu.


    Tunda untuk menilai

    Pernahkah kamu mendengarkan orang lain bercerita dan kamu menanggapi sebelum dia menyelesaikan ceritanya?


    Hampir setiap orang pernah melakukan hal tersebut.


    Sesungguhnya, klo kamu langsung menyimpulakan tanpa mendengarkan seluruh faktanya, kamu tidak akan bisa menjadi pendengar yang baik.


    Maka dari itu dengarkan mereka hingga selesai, agar kamu tidak terlewatkan hal terpenting yang mereka ingin sampaikan kepadamu.


    Ringkas disaat jeda

    Komentari apapun yang kamu dengar dan pastikan terdengar pribadi. Misal, "agnes, sepertinya itu sangat penting buat kamu ya".


    Jika kamu menyampaikan komentarmu dengan penuh makna, maka lawan bicaramu akan tau klo kamu sedang mendengarkan dia berbicara.


    Kamu bisa menyimpulkan apa yang telah lawan bicaramu sampaikan saat jeda, ini juga bertujuan agar kamu tetap fokus untuk mendengarkannya.


    Bertanyalah agar jelas

    Taukah kamu, reporter kelas atas adalah pendengar yang sangat baik? Dia menatap dengan sungguh-sungguh lawan bicaranya, fokus untuk memahami, menunda penilaiannya, dan merangkum apa yang dikatakan oleh orang yang diwawancarai.


    Tapi para reporter kelas atas juga melatih skill agar mereka bisa mendapatkan informasi lebih banyak dengan bertanya.


    Jika kamu ingin menjadi pendengar yang efektif maka jadilah reporter yang baik.


    Jadikan mendengarkan orang lain sebagai prioritas

    Hal terakhir yang harus kamu ingat untuk mengasah kemampuanmu dalam mendengarkan orang lain adalah menjadikan ini sebagai prioritasmu.


    Jika kamu menunjukan kepedulianmu mendengarkan orang lain dan bertanya sesuatu dengan cara yang baik, maka kamu akan kaget melihat betapa banyaknya mereka menceritakan sesuatu kepadamu.


    Banyak orang meremehkan pentingnya kemampuan mendengarkan, kebanyakan mengira mendengarkan adalah hal yang sangat mudah, namun hanya segelintir orang yang benar-benar dapat mendengarkan dengan efektif.


    Semoga penjelasan saya tentang cara menjadi pendengar yang baik terbukti efektif ini, bisa kamu pahami dengan mudah, agar kamu bisa mendapatkan manfaatnya.

    LihatTutupKomentar